Chelsea Tak Punya Jeda Musim Dingin, PSG Mau Manfaatkan

Paris – Belum juga lepas dari situasi sulit, Chelsea dihadapkan pada masa menantang di pergantian tahun. Satu tim yang merasa diuntungkan adalah Paris Saint-Germain.

Chelsea belum juga beranjak dari tekanan besar. Performa mereka masih angin-anginan dan tak kunjung menemukan level permainan seperti musim lalu, yang membawa mereka ke tangga juara Premier League dan Piala Liga Inggris.

Akhir pekan kemarin mereka takluk 1-2 dari Leicester City. Itu adalah kekalahan ke-11 dari 24 pertandingan yang sudah mereka jalani sejauh ini. Jumlah kekalahan itu lebih banyak dari kemenangan yang mereka petik, yakni delapan kali, yang artinya The Blues punya rapor negatif sampai saat ini.

Performa itu membuat mereka tak kunjung beranjak dari papan bawah Premier League. Saat ini anak asuh Jose Mourinho ada di peringkat 16 klasemen dengan nilai 15 dari 16 pekan. Mereka tertinggal 20 angka dari Leicester di posisi teratas.

Satu-satunya yang bisa dibilang positif dari perjalanan Chelsea musim ini adalah keberhasilan mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Tapi melihat PSG yang jadi lawannya nanti, boleh jadi Chelsea tak terlalu senang.

PSG, sekalipun finis sebagai runner-up Grup A di bawah Real Madrid, punya catatan performa yang impresif. Mereka cuma menelan satu kekalahan dan memetik empat kemenangan. Les Parisiens juga cuma kebobolan satu kali sepanjang fase grup, menjadi tim yang paling minim kebobolan.

Bagi Chelsea, tantangan meningkat karena mereka akan menghadapi PSG setelah menjalani periode padat di pergantian tahun. Seperti diketahui, Inggris tak mengenal jeda musim dingin seperti negara-negara Eropa lainnya.

Dengan situasi sulit yang sedang dialami saat ini plus jadwal padat di peralihan tahun, Chelsea berpotensi mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental. Bek PSG Thiago Silva, yang sebelumnya mewaspadai misi bangkit Chelsea, melihatnya sebagai sebuah peluang bagus.

“Chelsea bermain pada saat Natal dan Tahun Baru, dan itu pasti jadi sebuah usaha besar untuk mereka, sebuah momen yang sangat sulit baik mental dan fisik,” katanya kepada Omnisport.

“Ketika tiba waktunya momen-momen krusial: fase knockout Liga Champions dan akhir liga-liga lokal, mereka lebih lelah karena tidak punya jeda musim dingin.”

“Saya berharap kami bisa mengambil keuntungan dari situasi ini. Tapi di Liga Champions Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” tambahnya seperti dikutip Standard.

PSG sendiri akan menjalani libur musim dingin selama dua pekan, mulai 19 Desember akhir pekan ini sampai dengan 3 Januari mendatang. Saat ini mereka sedang memimpin klasemen Ligue 1 dengan nilai 48 dari 18 pekan, unggul 17 poin dari Angers SCO di posisi dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.