Level sepakbola Indonesia pada tahun ini turun drastis dan hanya terhibur dengan hadirnya turnamen tarkam elite

Tahun 2015 bakal segera berakhir. Begitu banyak lika-liku yang terjadi di sepakbola Indonesia. Bisa dibilang, tahun ini sepakbola nasional kembali memasuki masa suram, setelah pernah terjadi pada rentang 2011-2013, yang membuat levelnya menurun drastis.

Pada awal tahun saja, sudah diwarnai gonjang-ganjing bakal terjadinya konflik yang melibatkan Pemerintah dalam hal ini Kemenpora dengan PSSI. Menyusul, Kemenpora membentuk Tim Sembilan yang katanya untuk membenahi sepakbola nasional yang tak kunjung berprestasi di level internasional, bahkan kerap diwarnai isu pengaturan pertandingan di kompetisinya.

Sontak, pembentukan tim tersebut ditentang keras oleh PSSI. Mereka pun berjuang keras untuk menangkal Tim Sembilan agar tidak terlalu masuk ke dalam internal PSSI. Pembentukan Tim Ad-hoc Sinergi PSSI dilakukan agar bisa lebih komunikatif dengan Kemenpora.

Namun upaya PSSI untuk mengajak Menpora, Imam Nahrawi, berdamai atau melunak bertepuk sebelah tangan. Menpora tetap pada pendiriannya, meski diwarnai pro dan kontra dari masyarakat pencinta sepakbola Indonesia.

Konflik mulai memanas, saat proses permohonan izin rekomendasi kompetisi Indonesia Super League (ISL) tak mudah didapatkan PSSI maupun PT Liga Indonesia selaku operatornya dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Mengingat, BOPI menerapkan syarat ketat bagi peserta ISL maupun PT Liga. Belum lagi, kembali mencuatnya dualisme klub di Persebaya Surabaya dan Arema Cronus, yang semakin menambah pelik konflik.

ISL 2015 yang kick-off-nya mengalami beberapa kali penundaan, sempat berlangsung sekitar dua minggu pada April 2015. Namun tersendat, setelah secara mengejutkan Menpora membekukan PSSI dengan surat keputusan nomor 01307 tertanggal 17 April 2015. Surat itu sendiri baru diketahui PSSI, ketika sedang menggelar Kongres Luar Biasa pemilihan pengurus baru periode 2015-2019 di Surabaya, 18 April 2015. Itu pun melalui media massa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *